Krisis Moneter Indonesia dan Ekonomi Rakyat *)
       Oleh: Bayu Krisnamurthi
      
--- Makalah ini bermaksud untuk mendiskusi krisis moneter dalam konteks ekonomi 
       rakyat: bagaimana posisi ekonomi rakyat ketika krisis ekonomi terjadi, apakah sebagai 
       sebab atau penerima akibat; dan apa yang harus dilakukan untuk mencegah kesalahan 
       serupa terulang dimasa depan.  Oleh sebab itu tetap perlu dilakukan terlebih dahulu, 
       penyampaian persepsi makalah ini atas ekonomi rakyat tanpa bermaksud untuk terlalu 
       menekan pada usaha pendefinisian.  

    Krisis Moneter Indonesia *)
       Oleh: Frans Seda
       --- Krisis moneter Indonesia disebabkan oleh dan berawal dari kebijakan Pemerintah 
       Thailand di bulan Juli 1997 untuk mengambangkan mata uang Thailand “Bath” terhadap 
       Dollar US. Selama itu mata uang Bath dan Dollar US dikaitkan satu sama lain dengan 
       suatu kurs yang tetap. Devaluasi mendadak dari “Bath” ini menimbulkan tekanan 
       terhadap mata-mata uang Negara ASEAN dan menjalarlah tekanan devaluasi di wilayah 
       ini.

    Utang dan Imperialisme *)
       Oleh: Revrisond Baswir
       ---
Masalah utang yang dihadapi Indonesia benar-benar telah sampai pada batas 
       mencekik leher. Betapa tidak? Selain memikul beban utang luar negeri sebesar 150 
       milyar dolar AS (per Desember 1998), Indonesia kini juga memikul beban hutang dalam 
       negeri sebesar Rp650 triliun. Dengan demikian, secara keseluruhan Indonesia kini 
       menanggung beban utang sekitar Rp2.100 trilyun! Indonesia kini praktis terpuruk 
       menjadi negara pengutang terbesar nomor lima di dunia.
 

    Utang Luar Negeri dan Ekonomi Rakyat *)
       Oleh: Didik J. Rachbini
      
--- Apakah ada hubungan antara utang luar negeri dengan ekonomi rakyat? Jawabannya
       tentu saja tidak bisa dikatakan tidak karena utang pemerintah pada saat ini, khususnya 
       utang luar negeri, sudah berperan sebagai faktor, yang mengganggu APBN. Bahkan 
       faktor gangguan yang berasal dari utang luar negeri tersebut sudah menampakkan 
       signal negatif pada pertengahan 1980-an ketika terjadi transfer negatif.
   

    Perjalanan Panjang Ekonomi Indonesia: Dari Isu Globalisasi Hingga 
       Krisis Ekonomi
       Oleh: Hery Nugroho
       --- "Bila tidak menarik pelajaran dari kesalahan-kesalahannya, maka negara yang 
       bersangkutan akan terkutuk untuk mengulangi kembali sejarah tersebut" 
       (Satanyana). Penulis sengaja mengutip kata-kata bijak yang dilontarkan oleh seorang 
       sastrawan dan filsuf termasyhur Amerika berdarah Hispanik, George Santayana, 
       semata-mata karena kalimat bijak itu sangat tepat (precise) untuk menjadi sebuah
       "peringatan" (warning) bagi bangsa yang tengah berada dalam kesulitan ini.  

    Oleh-Oleh dari Ngasem: Ekonomi Rakyat dan Sistem Ekonomi Pancasila Bukan  
      
Kebohongan
       Oleh: Ira Nawang Wulan
       --- Mahasiswa tidak boleh sekedar menjadi penonton menyaksikan perdebatan para 
       pakar ekonomi, bersikap pro atau kontra terhadap suatu pendapat tanpa memiliki alasan 
       yang kuat. Mahasiswa harus mampu menentukan posisi dengan memperhatikan 
       fenomena yang ada. Bukankah manusia diberi-Nya akal? Mahasiswa perlu terbiasa 
       mengobservasi langsung sehingga tidak terjebak pada diskusi di kelas yang hanya 
       didasarkan pada literatur yang ada. Mahasiswa diharapkan sadar untuk menggunakan 
       cara berfikir empirik induktif.

    Telaah tentang Eksistensi dan Ketangguhan Pelaku Ekonomi Rakyat pasca Krisis 
      
Moneter 1997/1998 di Dusun Pakel Jaluk, Desa Piyaman, Wonosari, Gunung Kidul
       Oleh: Mathius Sinseng
       --- Pada kesempatan ini penulis menguraikan hasil pengamatan lapangan secara 
       langsung terhadap seorang penduduk di Dusun Pakel Jaluk, Desa Piyaman Kecamatan 
       Wonosari Kabupaten Gunungkidul dalam mempertahankan kehidupannya pada saat 
       krisis dan sesudahnya. 

*) Makalah disampaikan dalam Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat

 

Jadwal Seminar:

 

 


Copyright © 2002 www.ekonomirakyat.org
e-mail: redaksi@ekonomirakyat.org dan yae@indo.net.id
web-master: webmaster@ekonomirakyat.org