Liputan Kegiatan
Surabaya, 30 Oktober 2002. ---
Seminar Sistem Penjaminan sebagai Alternatif
Pengembangan Kredit UKM
Oleh: Mubyarto
Seminar yang diselenggarakan oleh PT Bank Mandiri dan Perum
Sarana ini diadakan dihadiri sekitar 300 peserta nasabah dan calon nasabah
Bank Mandiri di Surabaya. Tujuan seminar adalah memberitahukan kepada
masyarakat luas rencana Bank Mandiri untuk meningkatkan pemberian dan
penyaluran kredit kepada kelompok usaha yang disebut UKM (Usaha Kecil dan
Menengah) yang bagi kita adalah ekonomi rakyat. Ini kami tekankan, bahwa
istilah UKM adalah sekedar terjemahan dari istilah bahasa Inggris SME.
Seharusnya kita menggunakan istilah dan konsep-konsep ekonomi yang kita
miliki dan kita kembangkan sendiri bukan sekedar mengikuti luar negeri.
Yang menarik dan perlu dicatat adalah kesadaran Bank Mandiri
di masa lalu yang terlalu berpihak dan lebih banyak melayani sektor kredit
korporat yaitu kredit-kredit bagi perusahaan-perusahaan besar yang
ternyata benyak yang macet terutama pada saat dan sejak krismon 1997-98.
Juga menarik dalam kaitan ini kritik dari para nasabah tentang
“birokrasi” Bank Mandiri yang terlalu ruwet atau terlalu lamban dalam
menangani permohonan atau perpanjangan kredit. Dalam hal nasabah
kekurangan jaminan maka Bank Mandiri kini merangkul Perum Sarana untuk
menjamin kekurangannya meskipun ini berarti tambahan bunga.
Kita menghargai itikad dan tekad Bank Mandiri untuk
menjangkau ekonomi rakyat meskipun jelas tidak akan mudah karena Bank
Mandiri tidak mempunyai pengalaman seperti halnya BRI dan Bank BNI. Untuk
itu Bank Mandiri harus aktif mengadakan studi-studi atau kajian-kajian
lapangan. Bank Mandiri harus percaya bidang kegiatan ekonomi rakyat sangat
luas yang tidak cukup dilayani oleh 2 BUMN, BRI dan Bank BNI ataupun
Bank-Bank Pembangunan Daerah dan BPR.
(*)
Prof. Dr. Mubyarto, Guru Besar FE-UGM
|