EDITORIAL (Edisi Mei 2005)

KEPAKARAN DAN KOMPETENSI

 

Untuk mejadi pakar seseorang perlu belajar untuk memperoleh dan menguasai pengetahuan. Apabila pengetahuan sudah dikuasai ia menjadi ahli atau pakar. Sesudah seseorang menguasai kepakaran tertentu, agar kepakaran itu dapat diterapkan secara efektif, dan bermanfaat, diperlukan kemampuan atau kompetensi. Namun kompetensi, berbeda dari kepakaran, tidak dapat dipelajari dari buku-buku. Ia hanya dapat dikuasai dengan berpraktek, yaitu terus-menerus belajar bagaimana menerapkan kepakaran. Sekali lagi berbeda dari kepakaran, kompetensi yang makin baik dan efektif memerlukan disamping ilmu juga seni. Seni, berbeda dari ilmu, tidak dapat semata-mata dipelajari dari buku-buku tetapi harus melalui praktek dengan menggunakan perasaan.

Demikian akhir-akhir ini kita sering menyaksikan perdebatan sengit antar pakar tanpa pernah ada kesimpulan yang memuaskan, dan masyarakat dibuat bingung, argumentasi mana yang lebih benar dan dapat dijadikan pegangan. Perdebatan para pakar tidak seharusnya menjadi seperti “debat kusir” yang tidak bermutu.

Kita berpendapat penyebab utama kesimpang-siuran adalah pengembangan cara berpikir dan berperilaku pakar yang terlalu mengandalkan pada kepakaran tanpa memperhatikan kompetensi atau kemampuan menerapkan kepakaran. Itulah cara berpikir dan cara bekerja yang semata-mata deduktif-logis tanpa disertai cara berpikir dan cara kerja induktif-empirik. Dengan kata lain pakar-pakar kita banyak yang terlalu mengandalkan kekuatan otak (intelektual) dan mengabaikan perasaan hati dan etika.

Bangsa Indonesia kini dalam suasana “pancaroba”, bangsa yang orang-orang pintarnya merasa “paling pintar”, sehingga orang-orang lain diabaikan, dianggap “murahan”. Perkembangan yang demikian akan sangat berbahaya kalau “pakar-pakar pintar namun keblinger” ini menjadi penasehat-penasehat yang diandalkan pemerintah. Dapat dipastikan akan banyak putusan kebijakan yang menyimpang dan mengabaikan pertimbangan keadilan.

Memang masalah yang sedang kita hadapi sebagai bangsa sangat berat. Kepakaran dapat dinilai secara obyektif oleh pakar-pakar lain, meskipun ternyata inipun tidak mudah, tetapi kompetensi hanya dapat dinilai secara sah dan jujur oleh pejabat atasan. Dan yang lebih sulit lagi di Indonesia, pejabat dapat dihukum jika melakukan korupsi, tetapi sangat tidak mudah memberhentikan pejabat yang tidak kompeten.

Mei 2005

Mubyarto/Redaksi

 

 


  
   
Editorial - Mei 2005 : KEPAKARAN DAN KOMPETENSI
Editorial - April 2005 : EKONOMI RAKYAT DAN EKONOMI PANCASILA
Editorial - Maret 2005 : Ekonomi Rakyat dan Kenaikan BBM
Editorial - Pebruari 2005 : Komisi Konstitusi, MPR dan Ekonomi Pancasila
Editorial - Januari 2005 : Ekonomi Populis di Tahun 2005
Editorial - Desember 2004 : BBM dan Ekonomi Rakyat
Editorial - November 2004 : Ekonomi Rakyat (Tetap) dalam Bahaya
Editorial - Oktober 2004 : Perubahan
Editorial - September 2004 : Keberpihakan dan Keadilan
Editorial - Agustus 2004 : Kualitas Manusia Indonesia
Editorial - Juli 2004 : Populis adalah Pro Rakyat
Editorial - Mei 2004 : Pendidikan Rakyat
Editorial - April 2004 : Ekonomi Rakyat Pasca Pemilu
Editorial - Maret 2004 : Belajar Mengatasi Kemiskinan dari Negara Miskin Bangladesh
Editorial - Januari 2004 : Ekonomi Rakyat dan WTO
Editorial - November 2003 : Liberalisasi dan Globalisasi Melemahkan Daya Juang Ekonomi Rakyat
Editorial - Oktober 2003 : Ekonomi Kerakyatan
Editorial - September 2003 : Moral Berekonomi Bangsa
Editorial - Agustus 2003 : Ekonomi Rakyat Makin Kuat
Editorial - Juli 2003 : Yusuf Kalla Menghimbau Keadilan dani Para Elit Bisnis
Editorial - Mei 2003 : Ekonomi Percaya Diri
Editorial - April 2003 : Partisipasi Rakyat
Editorial - Maret 2003 : Ekonomi Rakyat dan UKM
Editorial - Februari 2003 : Satu Tahun Jurnal Ekonomi Rakyat (JER)
Editorial - Januari 2003 : Kilas Balik Ekonomi Rakyat Tahun 2002
Editorial - Desember 2002 : Menghamba Ilmu-Ilmu Barat
Editorial - November 2002 : Perkembangan JER Menggembirakan
Editorial - Oktober 2002 : Pembangunan Alternatif untuk Indonesia
Editorial - September 2002 : Ekonomi Rakyat dalam Era Globalisasi
Editorial - Agustus 2002 : Investasi Ekonomi Rakyat
Editorial - Juli 2002 : Manifesto Politik Ekonomi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Editorial - Juni 2002 : Salam dari Wisconsin, AS (2)
Editorial - Mei 2002 : Salam dari Wisconsin, AS
Editorial - April 2002 : Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat
Editorial - Februari 2002 : SALAM perkenalan dari Jurnal Ekonomi Rakyat (JER)!

 

 

 


Copyright © 2003 www.ekonomirakyat.org
e-mail: redaksi@ekonomirakyat.org dan yae@indo.net.id
web-master: webmaster@ekonomirakyat.org