Liputan Kegiatan

Kunjungan Lapang Third Country Training Programme 
Ke 2 Desa di Yogyakarta

Oleh: Puthut Indroyono

 

"DESA ini tidak miskin lagi”, demikian kesan awal Cyrus Chege Kamau, salah seorang dari peserta Third Country Training Programme (Program Pelatihan Negara-negara Dunia Ketiga) yang pada tanggal 7 Februari mengikuti dengan penuh perhatian kunjungan lapang ke desa Sriharjo, sebuah desa yang tigapuluh tahun yang lalu menjadi “terkenal” dan merupakan “simbol” kemiskinan di Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kamau (40 tahun) adalah peneliti dari Kenya, Afrika, dan bersama-sama dengan 19 peserta lainnya mengikuti pelatihan selama dua minggu (3-15, Februari 2000) untuk melihat secara langsung kemiskinan di Indonesia maupun upaya penanggulangan kemiskinan yang pernah dilakukan, agar dapat diperoleh pelajaran yang dapat dibawa dan diterapkan di negara masing-masing, yang kebetulan juga adalah negara-negara miskin. Para peserta cukup terkesan dengan cerita yang disampaikan oleh sesepuh (mantan ketua LKMD) di Sriharjo (dengan bantuan seorang interpreter bahasa Inggris), yang dari waktu ke waktu ikut terlibat langsung dalam berbagai program penanggulangan kemiskinan di desanya. Seorang peserta lain juga menanyakan program-program apa saja yang telah gagal dijalankan di desa Sriharjo.

Pelatihan yang melibatkan peserta dari negara-negara di Asia Selatan yakni Kamboja, Srilanka, Vietnam, Myanmar, Bhutan, dan Indonesia, maupun dari negara-negara di Afrika yaitu Kenya, Tanzania, Ethiopia, diselenggarakan oleh Center of Economic and Social Science (CESS) Jakarta bekerjasama dengan JICA. Selain di desa Sriharjo, para peserta juga diajak mengunjungi tempat-tempat lain seperti di desa Giri Sekar, sehari kemudian (8/2/2002), untuk melihat salah satu lembaga keuangan mikro yang cukup berhasil dalam membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya. Lembaga keuangan mikro di Giri Sekar telah beroperasi lebih dari 10 tahun melayani masyarakat kecil. Peserta berdialog dengan para pengurusnya serta diajak melihat usaha rumah tangga yang dilayani oleh kredit mikro tersebut.

Selain ke Sriharjo di Bantul dan Giri Sekar di Gunungkidul, para peserta yang enam diantaranya adalah wanita, sehari sebelumnya juga telah mengunjungi Jepara untuk melihat industri kerajinan ukiran. Di samping itu para peserta juga akan diajak melihat industri logam di Klaten, industri pariwisata dan pertanian sistem Subak di Bali. Sulawesi Selatan adalah propinsi terakhir yang akan dikunjungi rombongan. Di kabupaten Takalar para peserta akan mengunjungi desa-desa percontohan pembangunan desa partisipatif, yang sejak beberapa tahun telah menjadi tempat percontohan proyek penanggulangan kemiskinan yang disponsori oleh JICA.  

 

(*)

 

 

 


Copyright © 2002 www.ekonomirakyat.org
e-mail: redaksi@ekonomirakyat.org dan yae@indo.net.id
web-master: webmaster@ekonomirakyat.org