KONFERENSI
ini merupakan hasil kolaborasi dari empat
lembaga, yaitu: UN-ESCAP (UN Economic and Social Commission for Asia and
the Pacific), APDC (Asian and Pacific Development Centre (APDC), AACCU
(Association of the Asian Confederation of Credit Unions), APRACA (Asia
Pacific Rural and Agricultural Credit Association).
Tujuan dari konferensi ini seperti yang dinyatakan oleh
organizer adalah: 1) mengembangkan jejaring kerjasama yang akan
mendokumentasikan berbagai hasil interaksi keuangan mikro dan pelayanan
pembangunan lainnya, serta yang akan mempromosikan pengembangan alternatif
lain untuk melakukan pembiayaan lembaga keuangan mikro (LKM) di kawasan Asia dan Pasifik, 2) identifikasi,
rasionalisasi, dan promosi bersama dari program-program pengembangan
kapasitas, khususnya yang diarahkan pada pembangunan kompetensi governance
dari jejaring nasional lembaga keuangan mikro (LKM), 3) pengembangan
system informasi tingkat regional tentang pengaturan dan kebijakan
keuangan mikro dan contoh-contoh terbaik dalam
pengaturan LKM di kawasan Asia Pasifik
Materi yang dibahas dalam konferensi ini terdiri dari
beberapa isu yang dikelompokkan menjadi: 1) Kerangka pengaturan, kebijakan
dan dukungan lain bagi keuangan mikro, 2) transformasi kelembagaan dalam
keuangan mikro, 3) mekanisme penghantaran yang efektif, produk dan
pelayanan keuangan bagi keuangan mikro, 4) keterkaitan keuangan mikro
dengan pengembangan usaha, pasar, dan resiko, 5) Pengembangan respon yang
efektif dari LKM terhadap HIV/AIDS, 5) Pengaturan dan kebijakan keuangan
mikro: pelajaran dari Microcredit Summit
Peserta yang hadir dalam pertemuan ini sangat beragam dan
berasal dari berbagai negara. Dalam batasan kelembagaan, maka hadir
wakil-wakil dari Bank Sentral, bank komersial yang menyediakan pelayanan
keuangan mikro, wakil dari pemerintah, koperasi kredit, lembagakeuangan
mikro non bank dan non koperasi, wakil dari jejaring regional seperti
Inasia, dsb. Dalam batasan negara, pertemuan ini tidak hanya dihadiri
peserta dari Asia saja, wakil-wakil dari Eropa dan Amerika Latin juga
turut berpartisipasi.
Acara pada hari pertama dan kedua dipenuhi oleh presentasi
dari 16 narasumber, sementara hari ketiga berisi diskusi kelompok yang
mengkritisi berbagai isu yang ada. Pada akhir hari ketiga dibahas draft
deklarasi Bangkok yang akan diadopsi oleh konferensi.
Beberapa isu yang patut dijadikan catatan adalah tentang
peranan keuangan mikro dalam penanggulangan kemiskinan. Isu yang diangkat
oleh Sunimal Fernando dari Inasia adalah keuangan mikro bukanlah panacea
melainkan salah satu instrumen dalam penanggulangan kemiskinan yang untuk
dapat efektif harus disertai dengan faktor-faktor lain seperti
pemberdayaan dan penciptaan lingkungan dan pengaturan makro yang lebih
fair dan adil. Terdapat kecenderungan bahwa keuangan mikro dijadikan
sebagai bisnis yang lebih menguntungkan pemodal sementara dampak dan
implikasi terhadap orang miskin secara keseluruhan seperti aspek gender
kurang dipertimbangkan.
Isu lain yang juga diangkat oleh Prof. Joe Remenyi adalah
penekanan yang berlebihan terhadap kredit sementara masih sangat kurang
fasilitas keuangan yang lain seperti simpanan. Padahal simpanan dan
pinjaman menurut Prof. Remenyi adalah dua sisi dari satu keping uang yang
sama. Keduanya pada dasarnya bermaksud untuk mendapatkan alokasi dana
sejumlah besar dengan jalan penyisihan secara kontinyu selama periode
waktu tertentu. Dalam perspektif ini, kredit memiliki biaya yang lebih
tinggi dibandingkan simpanan.
Wacana lain yang berkembang didalam pertemuan tersebut adalah
pengaturan baik diluar maupun didalam LKM. Pengaturan diluar LKM menurut
FAO dapat dilakukan sejauh memberikan keleluasaan bagi LKM untuk
melaksanakan tiga hal, yaitu: mengembangkan branching system, melaksanakan
mobilisasi tabungan, dan berhubungan dengan pihak ketiga termasuk investor
luar negeri. Pengaturan didalam bagi LKM mempersyaratkan penerapan
prinsip-prinsip profesionalisme dan good corporate governance yang
memungkinkan mencapai efisiensi dan efektifitas pelayanan.
Konferensi ini pada akhirnya ditutup dengan mengadopsi satu
deklarasi yang menegaskan akan arti penting keuangan mikro dalam
menanggulangi kemiskinan, komitmen untuk mengembangkannya dan keragaman
dari keuangan mikro di kawasan Asia.