WAKTU
DAN TEMPAT
Waktu:
Selasa (2 minggu sekali), Januari - Juli 2002 (lihat JADWAL)
Pukul: 14.00 - 16.30 WIB
Tempat: Financial Club, Graha Niaga Lantai 2 atau 27, Jl. Jend. Sudirman,
Jakarta
Latar
Belakang
Sejak terjadinya kontraksi ekonomi “nasional”
–13,4% pada tahun 1998, pakar-pakar pesimis bahwa ekonomi nasional akan
dapat pulih kembali dalam waktu kurang dari 5 tahun. Namun terbukti hanya
dalam 2 tahun ekonomi nasional telah tumbuh 4,8% dan tahun 2001
diperkirakan tumbuh 3,5%. Bahwa pertumbuhan ekonomi cukup mengesankan pada
saat masih terjadi “pelarian modal $10 milyar per tahun selama
1998-2001”, dan perbankan dalam negeri belum mulai mengucurkan kredit
investasi, menimbulkan pertanyaan tentang sumber-sumber pertumbuhan
ekonomi tersebut.
Jika
orang kini mulai berbicara tentang “potensi ekonomi domestik”, maka
para pejuang dan simpatisan ekonomi rakyat dengan tegas menyatakan
“itulah sumbangan sektor informal ekonomi rakyat.” Di Kabupaten
Lamongan Jatim misalnya, tidak seperti gambaran ekonomi nasional, sektor keuangan
tidak mengalami penurunan saat krismon tahun 1998 karena kontraksi keuangan
bank dengan –35% dikompensasi dengan pertumbuhan keuangan
non-bank dengan +2,5%. Jika pada tahun 1997 nilai absolut (pada harga
konstan 1993) keuangan non-bank 13 kali lebih besar dari
keuangan bank, pada tahun 2000 menjadi 50 kali, yaitu masing-masing
Rp201 juta dan Rp9,9 milyar.
Ekonomi
rakyat adalah sektor ekonomi informal yang belum tercakup dalam konsep
sektor UKM, dan sebagian besar sektor informal ekonomi rakyat belum
termasuk dalam perhitungan resmi PDB (Produk Domestik Bruto) atau PNI (Pendapatan
Nasional Indonesia). Ekonomi Rakyat adalah kancah kehidupan produksi wong
cilik (rakyat kecil).
Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai
dari kegiatan seminar selama 6 bulan (12 kali pertemuan) adalah memberikan
kepada peserta penyadaran tentang pengertian ekonomi rakyat (secara
kuantitatif dan kualitatif), serta peranannya dalam perekonomian daerah
dan perekonomian nasional. Berbagai ceramah akan diberikan oleh
pakar-pakar ekonomi rakyat bidang pertanian, perindustrian, perdagangan,
dan keuangan internasional/ keuangan mikro, termasuk perkoperasian sebagai
wadah kegiatan ekonomi rakyat.
Pusat
P3R (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Perekonomian Rakyat) yang didirikan
YAE (Yayasan Agro Ekonomika) akan memaparkan hasil-hasil kajian yang
beberapa diantaranya sudah terbit dalam buku-buku hasil kerjasama dengan
Bappenas dan Pemda-Pemda se-Kalimantan, Sulawesi Tengah, Maluku, Irian
Jaya, Bali, dan Nusa Tenggara.
Komisi
Ilmu-ilmu Sosial AIPI mendukung kegiatan ini sebagai manifestasi keinginan
pengembangan ilmu-ilmu sosial yang benar-benar sesuai kebutuhan masa depan
bangsa Indonesia.
Peserta
Peserta
diharapkan berasal dari kalangan luas yang selama ini bersimpati pada
sektor ekonomi rakyat tetapi tidak pernah memperoleh akses pada data-data
empirik secara langsung. Mereka adalah pejabat-pejabat pemerintah, pelaku
bisnis dan redaktur-redaktur ekonomi surat kabar dan majalah tingkat pusat,
yang sangat tergantung pada data-data makroekonomi terbitan badan-badan
resmi seperti BPS dan Bank Indonesia. Secara khusus anggota-anggota Korps
Diplomatik bidang ekonomi akan dapat mengikuti 12 pertemuan seminar dengan
hasil pemahaman masalah-masalah yang dihadapi ekonomi rakyat dan bagaimana
mengatasinya.
Jadwal
Kegiatan Seminar
|
Selasa,
22 Januari 2002
|
PEMBUKAAN
: Pengertian Dasar
Ekonomi Rakyat
Pembicara:
• Mubyarto • Bambang Ismawan
|
|
Selasa,
5 Februari 2002
|
Ekonomi
Rakyat dan Kemiskinan
Pembicara:
• Sajogyo • HS Dillon
|
|
Selasa,
19 Februari 2002
|
Sistem
Ekonomi Indonesia
Pembicara:
• Sri-Edi Swasono • Mubyarto
|
|
Selasa,
5 Maret 2002
|
Ekonomi
Moral dan Etika Bisnis
Pembicara:
• Jacob Oetama (*) • Mubyarto
|
|
Selasa,
19 Maret 2002
|
SEJARAH
DAN POLITIK PERTANIAN INDONESIA
Pembicara:
• Siswono Yudohusodo • Sediono MP Tjondronegoro
|
|
Selasa,
9 April 2002
|
Krisis
Moneter Indonesia
Pembicara:
• Frans Seda • Bayu Krisnamurthi • Sritua Arief
|
|
Selasa,
23 April 2002
|
Utang
Luar Negeri dan pembaNGUNAN
Pembicara: • Revrisond Baswir •
M. Chatib Basri
|
|
Selasa,
7 Mei 2002
|
Otonomi
Daerah
Pembicara:
• Selo Soemardjan • Mardiasmo • Sri-Edi Swasono
|
|
Selasa,
21 Mei 2002
|
KOperasi
Pembicara:
• Noer Soetrisno • Thoby Mutis
|
|
Selasa,
4 Juni 2002
|
LKM
(Lembaga Keuangan Mikro)
Pembicara:
• Bambang Ismawan • Titus Kurniadi
|
|
Selasa,
18 Juni 2002
|
Manifesto
PembangUnan INDONESIA
Pembicara:
• Mubyarto • Sediono MP Tjondronegoro • Noer Soetrisno
|
|
Selasa,
2 Juli 2002
|
Keswadayaan
Pembicara:
• Melly G. Tan • Bambang Ismawan
|
(*)
Masih
dalam konfirmasi
CATATAN:
1)
Seminar diselenggarakan 150 menit, pukul 14.00 - 16.30 WIB,
bertempat di Financial Club,
Graha Niaga
Lt. 2 atau 27, Jl. Jend. Sudirman Kav.
58, Jakarta.
2)
Biaya Seminar Rp100.000 / peserta / sesi, dibayarkan pada saat
penyelenggaraan seminar.
Keterangan
lebih lanjut hubungi:
1) Haryo Sumarto,
Bina Swadaya, Jl. Gunung Sahari III No. 7, Jakarta
10610 / PO BOX 1456 JKT 10014,
Telp. 021-4204402/ Faks. 4208412,
e-mail: bswadaya@cbn.net.id
2)
Tri Bangun Asih,
Pusat
P3R-YAE, Jl. Malabar No. 22, Bogor 16151,
Telp./ Faks. 0251-374048,
e-mail: yae@indo.net.id