![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
ARTIKEL TERBARU
Koperasi
Globalisasi
Keuangan Mikro
Pangan dan Pertanian
Pendidikan Ekonomi
|
![]() |
"EKONOMI RAKYAT DAN KEUANGAN MIKRO"
[12 Artikel] |
|
|
> Maret 2005 Mapping Microfinance in Indonesia Oleh: Bambang Ismawan & Setyo Budiantoro --- Microfinance is globally acknowledged as an effective instrument in alleviating poverty. Microfinance refers to finance services such as credit, savings, insurance provided for low-income people or widely called economically active poor. And as we know, this year is becoming the International Year of Microcredit (Microfinance) as what the United Nations has mentioned. |
||
|
> Januari 2005 Difficulties of Building Microfinance Oleh: Setyo Budiantoro --- The progress of microfinance in serving microenterprises in Indonesia remains low. Although the activity is backed up by some banks such as BRI (people’s bank) and BPR (rural bank), there is still a huge gap between demand and supply. Based on data of Gema PKM (The Indonesian Movement for Microfinance Development), not more than 10 millions of 41.8 millions microenterprises have been served by microfinance. It means less than 25% of the total microenterprises in Indonesia. |
||
|
> September 2003 RUU Lembaga Keuangan Mikro, Jangan Jauhkan Lembaga Keuangan dari Masyarakat Oleh: Setyo Budiantoro --- Keuangan mikro merupakan hal yang sangat strategis bagi pengembangan ekonomi rakyat. Sekitar 39 juta usaha mikro, artinya 98% dari seluruh entitas usaha di Indonesia, masih menunggu akses keuangan mikro (Tambunan, 2002). Anggaplah bila kebutuhan kredit usaha mikro berkisar Rp 1 juta, maka kebutuhan dana bagi keuangan mikro sebesar Rp 39 trilyun. Tentu, sebuah jumlah yang tidak kecil. |
||
|
> September 2003 Merajut Kebersamaan dan Kemandirian Bangsa Melalui Keuangan Mikro untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat Oleh: Bambang Ismawan --- Dalam keheningan menatap situasi ke-Indonesiaan saat ini, akan membuat kita gamang. Dengan muram dan sedih kita harus mengatakan, realitas kekinian memang masih jauh dari harapan. Dihantam krisis multi dimensi, membuat kita jatuh tersungkur, bahkan seakan berada di titik nadir. Dan rasanya kita tak tahu akan diletakkan dimana wajah kita, bila dihadapkan founding fathers peletak pondasi nasion ini. |
||
|
> April 2003 Pengembangan Keuangan Mikro dan Penanggulangan Kemiskinan Oleh: Bayu Krisnamurthi --- Pada saat Gema PKM didirikan dengan suatu seremoni bersama Presiden RI di Istana Negara tanggal 10 Maret 2000, maka jika dikaitkan dengan penanggulangan kemiskinan pengembangan keuangan mikro terasa dibangun atas setidaknya kombinasi tiga maksud: untuk mengenal dan memperkenalkan LKM, membangun network diantara mereka yang "terkait” dengan LKM, serta mencari dan melaksanakan langkah-langkah berikutnya bagi pengembangan LKM. |
||
|
> Maret 2003 Peran Lembaga Keuangan Mikro dalam Otonomi Daerah Oleh: Bambang Ismawan --- Otonomi daerah membuat pemerintah semakin dekat, mengenali dan memahami masyarakat, sehingga fungsi sebagai fasilitator dapat berjalan dengan lebih baik. Melalui cara ini proses bottom up yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, tentunya akan lebih mudah terealisasi. Dalam kaca mata ini, rakyat merupakan subyek yang determinan sebagai aktor dan pelaku, baik dalam perencanaan maupun dalam implementasi tindakan. Dengan demikian otonomi daerah merupakan titik tolak, sekaligus dipahami sebagai sebuah penyelenggaraan daerah yang berbasis rakyat atau “people driven”. |
||
|
> Maret 2003 Peran Lembaga Keuangan Mikro dalam Menanggulangi Kemiskinan Terkait dengan Kebijakan Otonomi Daerah Oleh: Gunawan Sumodiningrat --- Kemiskinan merupakan suatu fenomena yang selalu diusahakan untuk diminimalisasi atau bahkan bila memungkinkan dihilangkan. Namun dalam kenyataan, kemiskinan masih selalu melekat dalam setiap sendi kehidupan manusia, tidak terkecuali di Indonesia sehingga membutuhkan suatu upaya penanggulangan kemiskinan yang komprehensif, integral dan berkelanjutan. Dalam menanggulangi kemiskinan dibutuhkan suatu pemikiran dan kerja keras yang sangat panjang karena kemiskinan sangatlah kompleks sehingga banyak aspek yang mempengaruhinya. |
||
|
> Maret 2003 Peran Lembaga Keuangan Mikro dalam Otonomi Daerah Guna Menggerakkan Ekonomi Rakyat dan Menanggulangi Kemiskinan: Studi Kasus Bank Rakyat Indonesia (BRI) Oleh: Rudjito --- Lembaga Keuangan Mikro atau Micro Finance Institution merupakan lembaga yang melakukan kegiatan penyediaan jasa keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terlayani oleh Lembaga Keuangan formal dan yang telah berorientasi pasar untuk tujuan bisnis. Di BRI sendiri, micro finance didefinisikan sebagai pelayanan kredit dibawah Rp 50 juta. Terdapat masih banyak lagi definisi micro finance atau keuangan mikro tergantung dari sudut pembicaraan. |
||
|
> Maret 2003 Rangkuman Hasil Temu Nasional dan Bazar Pengembangan Keuangan Mikro Indonesia Oleh: Gema PKM (Gerakan Bersama Pengembangan Keuangan Mikro) --- Dengan tekad untuk mengembangkan keuangan mikro dalam rangka pemberdayaan usaha mikro sebagai usaha mengentaskan kemiskinan dengan target menjangkau dan melayani 10 juta orang miskin hingga 2005, Temu Nasional dan Bazar Pengembangan Keuangan Mikro Indonesia menghasilkan beberapa hal. |
||
|
> Juli 2002 Masa Depan Lembaga Keuangan Mikro di Indonesia: Tinjauan dari Aspek Pengaturan dan Pengawasan Oleh: Sumantoro Martowijoyo --- Dengan berkembangnya keuangan mikro sebagai wahana pengurangan kemiskinan di Dunia Ketiga, perhatian pertama sejak ikrar Microcredit Summit di Washington DC 1997 adalah pencarian bentuk best practises lembaga keuangan mikro (LKM). Walaupun hampir tidak pernah diperhatikan oleh elite pemerintahan, Indonesia menjadi pusat perhatian dunia karena merupakan tanah air dari LKM yang dianggap paling sukses di dunia, yaitu BRI Unit, ditambah beraneka ragamnya LKM lain di tingkat kecamatan dan perdesaan. |
||
|
> Juli 2002 Dampak Pemberlakuan Sistem Bank Perkreditan Rakyat Terhadap Kinerja Lembaga Pedesaan Oleh: Sumantoro Martowijoyo --- Dalam upaya membangun sektor pertanian sebagai landasan perekonomian dan meningkatkan pendapatan rakyat kecil demi pemerataan hasil pembangunan, pemerintah Indonesia telah melaksanakan program–program perkreditan yang ditujukan kepada petani dan pengusaha kecil sejak Repelita I. |
||
|
> Juli 2002 Keuangan Mikro sebagai Salah Satu Cara Efektif untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat Oleh: Titus Kurniadi --- Ibu Sri (bukan nama sebenarnya), berumur sekitar 40 tahun, tinggal di desa Sragen (Jawa Tengah), adalah seorang pengusaha warung makan sederhana. Pada suatu hari terpaksa meminjam uang sejumlah Rp 1 juta dari pelepas uang (atau lebih dikenal sebagai rentenir). Tiap bulan dia harus membayar Rp 100.000, tetapi pinjaman tersebut tidak pernah lunas, sebab bunganya 10% sebulan. Jadi Rp 100.000 yang dia angsur selama ini hanya bunganya saja, sementara untuk pokoknya tidak pernah lunas... |
||
|
Copyright © 2003 www.ekonomirakyat.org; e-mail: info[at]ekonomirakyat.org |