Koperasi     Globalisasi     Keuangan Mikro     Kemiskinan     Pangan dan Pertanian     Pendidikan Ilmu Ekonomi   
 Keswadayaan     Reformasi Kebijakan     Nasionalisme dan Kemandirian Ekonomi     Otonomi Daerah     Pemikiran Mubyarto 

 

   "EKONOMI RAKYAT, PANGAN DAN PERTANIAN"   [13 Artikel]
 
> Oktober 2003
Perum Bulog dan Kebijakan Pangan Indonesia: Kendaraan Tanpa Tujuan?

Oleh: Bayu Krisnamurthi
--- Sejak awal pendiriannya, Bulog merupakan salah satu instrumen pelaksana kebijakan pangan nasional. Peran Bulog memang mengalami pasang surut yang dinamis, tetapi alasan keberadaannya tidak pernah terlepas dan tidak dapat dilepaskan dari kerangka kebijakan pangan secara keseluruhan. Oleh sebab itu pertanyaan mengenai bagaimana peran Perum Bulog, atau sebelum itu pertanyaan apakah Bulog tepat atau tidak tepat dijadikan Perum, bahkan apakah Bulog perlu dibubarkan atau dipertahankan, harusnya sangat ditentukan oleh jawaban atas pertanyaan bagaimana strategi dan kebijakan pangan Indonesia.
> Oktober 2003
Agenda Pemberdayaan Petani Dalam Rangka Pemantapan Ketahanan Pangan Nasional

Oleh: Bayu Krisnamurthi
--- Ketahanan pangan merupakan bagian terpenting dari pemenuhan hak atas pangan sekaligus merupakan salah satu pilar utama hak azasi manusia. Ketahanan pangan juga merupakan bagian sangat penting dari ketahanan nasional. Dalam hal ini hak atas pangan seharusnya mendapat perhatian yang sama besar dengan usaha menegakkan pilar-pilar hak azasi manusia lain.  
> Oktober 2003
Penganeka-ragaman Pangan: Pengalaman 40 Tahun dan Tantangan ke Depan

Oleh: Bayu Krisnamurthi
--- Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat strategis dan penting. Pangan adalah kebutuhan pokok sekaligus menjadi esensi kehidupan manusia, karenanya hak atas pangan menjadi bagian sangat penting dari hak azasi manusia. Disamping itu ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional yang saat ini dinilai paling rapuh. Pembangunan ketahanan pangan di Indonesia telah ditegaskan dalam Undang-undang nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan yang dirumuskannya sebagai usaha mewujudkan ketersediaan pangan bagi seluruh rurnah tangga, dalam jumlah yang cukup, mutu dan gizi yang layak, arnan dikonsumsi, merata serta terjangkau oleh setiap individu.  
> September 2003
Membangun Kemandirian di Bidang Pangan: Suatu Kebutuhan bagi Indonesia

Oleh: Siswono Yudho Husodo
--- Pada waktu ini, negara kita Indonesia menghadapi masalah yang sangat berat, antara lain: Pengangguran yang tinggi yang lebih dari 32 juta angkatan kerja; Pertumbuhan ekonomi yang rendah yang hanya 2 – 3%/tahun, yang setiap 1% pertambahan ekonomi menyediakan lapangan kerja baru ± 400.000 tenaga kerja, sementara pertambahan angkatan kerja baru di Indonesia 2,5 juta orang setiap tahunnya.....
> Agustus 2003
Malu Aku Menatap Wajah Saudaraku Para Petani

Oleh: Taufik Ismail
--- (Puisi ini ditulis acara Taufik Ismail, Alumni FKH-IPB, untuk Temu Akbar Alumni IPB, Jakarta, 5 Juli 2003)
> Mei 2003
Pembangunan Pertanian Berkelanjutan (Kritik terhadap Paradigma Agribisnis)

Oleh: Mubyarto dan Awan Sentosa
--- Pertanian (agriculture) bukan hanya merupakan aktivitas ekonomi untuk menghasilkan pendapatan bagi petani saja. Lebih dari itu, pertanian/agrikultur adalah sebuah cara hidup(way of life atau livehood) bagi sebagian besar petani di Indonesia. Oleh karena itu pembahasan mengenai sektor dan sistem pertanian harus menempatkan subjek petani, sebagai pelaku sektor pertanian secara utuh, tidak saja petani sebagai homo economicus, melainkan juga sebagai homo socius dan homo religius.
> April 2003
Kebijakan Publik dalam Pembangunan Pertanian dan Perdesaan

Oleh: Sajogyo
--- Suatu diskusi panel bertopik “Isyu dan Agenda Kebijakan Publik dalam Pembangunan Pertanian dan Pedesaan” telah diadakan di Bogor, tanggal 13 Februari 2003 lalu, atas kerjasama UNSFIR, Jakarta (United Nations Support Facility for Indonesia Recovery) dan Pusat Studi Pembangunan, Institut Pertanian Bogor (IPB).
> Desember 2002
Apakah Pertumbuhan Ekonomi (Yang Kita Dambakan) Juga Berarti Bahwa Anak-Anak Kita Juga Tumbuh Baik?

Oleh: Sajogyo
--- Jika mendapat undangan hadir dalam “International Experts Seminar on Child Growth and Poverty” (di Hotel Hilton, Jakarta, 10-13 Nopember 2002), apakah itu berarti kita in “pakar” (“expert”), paling tidak di bidang kemiskinan? Sebagai sosiolog yang mengamati pedesaan, karena ada “koneksi” dengan Departemen Kesehatan (pernah mengajar di Akademi Gizi di Bogor), tahun 1972 kami sempat ditugasi oleh Menteri Kesehatan untuk melakukan studi evaluasi Program UPGK (Usaha Perbaikan Gizi Keluarga atau ANP: Applied Nutrition Program).  
> Oktober 2002
Reformasi Agraria Menuju Pertanian Berkelanjutan: Komentar Terhadap Makalah Profesor Mubyarto

Oleh: Pantjar Simatupang
--- Profesor Mubyarto berpendapat adanya kesalahan para doktor ekonomi pertanian lulusan Amerika yang tanpa ragu-ragu sering mengatakan bahwa farming is business. Saya mungkin salah seorang ekonom pertanian lulusan Amerika yang termasuk golongan “tertuduh bersalah” menganut dan menyebarluaskan pemikiran bahwa farming is business karena Profesor Mubyarto dan saya sama-sama alumni Iowa state University, Ames, Amerika Serikat. Sebagai seorang ilmuwan demokrat saya yakin Profesor Mubyarto akan bersedia mendengar klarifikasi “sang tertuduh” juniornya ini.
> Oktober 2002
Reformasi Agraria: Menuju Pertanian Berkelanjutan

Oleh: Mubyarto
--- Tema diskusi adalah “Pembangunan Agraria dan Pembaruan Pengelolaan Sumber-daya Alam bagi Pengembangan Sistem dan Usaha Agribisnis”. Mengapa harus adapembaruan (reformasi), dan mengapa agribisnis? Jika kesejahteraan petani tetap menjadi sasaran pembaruan kebijakan pembangunan pertanian, mengapa kata pertanian kini tidak lagi disebut-sebut. Mengapa Departemen Pertanian rupanya kini lebih banyak mengurus agribusiness dan tidak lagi mengurus agriculture. Memang Doktor-doktor Ekonomi Pertanian lulusan Amerika tanpa ragu-ragu mengatakan bahwa farming is business.
> Juni 2002
Sejarah dan Politik Pertanian

Oleh: Sediono MP Tjondronegoro
--- Jalan panjang yang telah ditempuh bangsa Indonesia untuk mewujudkan tatanan ekonomi yang lebih adil dan mensejahterakan seluruh rakyat, dapat dikatakan berawal dengan mencari alternatif terhadap ekonomi liberal zaman kolonial (1830 – 1870). Sebagai diketahui sistem kapitalisme Eropah meluas ke Benua Asia dan Afrika dalam wujud kolonialisme, sesuai dengan sifat kapitalisme yang ekspansif.
> Maret 2002
Pembiayaan Agribisnis

Oleh: Bambang Ismawan
--- Departemen Pertanian menaruh prihatin terhadap pembiayaan agribisnis di Indonesia. Keprihatinan itu disebabkan beberapa alasan: Pertama, tidak adanya lembaga keuangan yang khusus menangani pembiayaan pertanian.Kedua, realisasi Kredit Ketahanan Pangan (KKP) untuk para petani masih rendah, tidak sesuai rencana. Ketiga, anggaran pembangunan nasional untuk sektor pertanian masih rendah.
> Maret 2002
Pertanian dan Kemiskinan

Oleh: Sajogyo
--- Iwan Gardono S. (2001), sosiolog dari UI, Depok, menganjurkan di dalam reformasi konstitusi (UUD) Indonesia, kita lebih memperhatikan kondisi sosiologis dan empirik, tak membatasi diri pada aspek normatif dan legal. Perhatian khusus mesti diberikan pada berbagai kelompok vertikal (“multi strata”) (petani, nelayan, buruh, sektor informal, masyarakat adat). Menetapkan substansi konstitusi baru yang lebih “populis” itu akan membuka peluang kita dapat menghasilkan “bangunan sosial” yang lebih adil, tangguh.

 

 

 


Copyright © 2003 www.ekonomirakyat.org
e-mail: redaksi@ekonomirakyat.org dan yae@indo.net.id
web-master: webmaster@ekonomirakyat.org