Resensi Buku
 |
Rahayu, Sri
Kusumastuti, dkk., PELAKSANAAN REORIENTASI KEBIJAKAN SUBSIDI
BBM DI KAB. JEMBER, JATIM; KAB KAPUAS, KALTENG; KAB. BARITO KUALA,
KALSEL, SMERU, 2001
Oleh: IDBM Adiyoga
|
Dalam
situasi Indonesia saat ini yang ramai diwarnai dengan perdebatan pro dan
kontra terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, muncul kebutuhan
terhadap informasi yang relevan dan tepat di sekitar isu tersebut.
Informasi yang dibutuhkan tersebut tidak hanya berupa hasil analisis
terhadap data sekunder semata tetapi juga data primer yang tergali dari
lapang. Terkait dengan kebutuhan ini maka hasil penelitian yang dilakukan
oleh Sri Kusumastuti Rahayu, dkk dari SMERU menjadi menarik untuk disimak.
Sri
Kusumastuti Rahayu, dkk mencoba menggali potret pelaksanaan di lapang dari
tiga program peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan
yang dananya diperoleh dari hasil pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak
(BBM), yaitu: (1) Program Dana Tunai yang dikelola oleh Direktorat
Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Departemen Dalam Negeri dan Otonomi
Daerah), (2) Program Dana Bergulir yang dikelola oleh Kantor Menteri
Negara Urusan Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah serta (3) Program
Pemberdayaan Masyarakat Prasarana yang dikelola oleh Departemen Permukiman
dan Prasarana Wilayah. Untuk itu, Sri Kusumastuti Rahayu, dkk menggunakan
menggunakan metoda kualitatif dengan tehnik wawancara mendalam dengan
semua orang dari berbagai peran yang ada dalam mata rantai program, mulai
dari pelaksana program hingga ke penerima program, dan bahkan juga dengan
tokoh serta anggota masyarakat yang bukan penerima program. Selain
mengkaji data primer, penelitian ini juga mengkaji data sekunder, termasuk
di dalamnya Petunjuk Pelaksanaan dari setiap program.
Dalam
upaya memotret pelaksanaan lapang ini, Sri Kusumastuti Rahayu, dkk memilih
3 kabupaten di 3 propinsi sebagai propinsi kasus. Pemilihan propinsi kasus
tersebut mengacu pada kriteria berupa: (1) menyelenggarakan minimal dua
program dari tiga program peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengentasan
kemiskinan yang dananya diperoleh dari hasil pengurangan subsidi BBM, (2)
menyelenggarakan program penciptaan lapangan kerja produktif, (3) jumlah
keluarga miskinnya relatif besar dan (4) daerah tersebut belum pernah
diteliti. Selanjutnya di tiap propinsi kasus dipilih dua kelurahan atau
desa dari satu atau dua kecamatan
Hasil
penelitian ini kaya dengan temuan-temuan lapang, berupa fakta-fakta lapang
yang terkait dengan mekanisme pelaksanaan program (mulai dari mekanisme
penyaluran hingga ke penentuan keluarga penerima bantuan),
penyimpangan-penyimpangan dan masalah-masalah yang terjadi di aras lapang.
Penelitian ini juga menyajikan temuan-temuan lapang tentang ketepatan
ketiga program tersebut menjangkau sasaran keluarga miskin. Pendek kata,
penelitian ini dapat menjadi mata dan
telinga bagi para pembuat kebijakan program, yang mungkin kurang
mendalam bersentuhan dengan dinamika pelaksanaan program di aras lapang.
Hanya
sayang penelitian ini tidak sampai merambah ke jawaban dari perdebatan
yang berkembang di masyarakat tentang apa sebenarnya kebutuhan para
keluarga miskin, terutama dalam merespon kenaikkan harga BBM? Dan apakah
penyaluran dana hasil pengurangan subsidi BBM untuk ketiga jenis program
tersebut sudah tepat atau belum? Meskipun penelitian ini tidak sampai
merambah ke jawaban dari kedua pertanyaan di atas, tetap saja hasil
penelitian ini merupakan masukkan yang sangat berharga. Hasil penelitian
ini dapat menjadi masukkan berharga dalam menyempurnakan pelaksanaan dari
ketiga program tersebut.
Data Buku
Judul Buku : Pelaksanaan
Reorientasi Kebijakan Subsidi BBM
Di
Kab. Jember, Jatim; Kab. Kapuas, Kalteng;
Kab.
Barito Kuala, Kalsel
Penulis : Sri Kusumastuti
Rahayu, Bambang Soelaksono, Sri Budiyati, Wawan Munawar, Musriyadi Nabiu,
Hastuti dan Akhmadi
Penerbit :
SMERU
Tahun Terbitan :
2001
Ukuran
:
21 x 30 cm
Tebal : 125 halaman
IDBM
Adiyoga, Staf Peneliti Pusat P3R - YAE Bogor.